The Symbolic Meaning of the Molelase (Belly Rubbing) Traditional Procession Among the Tialo Ethnic Group in Tomini
DOI:
https://doi.org/10.58989/plj.v4i2.78Keywords:
Meaning, Molelase, Symbolic, Tialo Tribe, TraditionAbstract
This study aims to describe the symbolic meanings of the Molelase (belly rubbing) tradition among the Tialo ethnic group in Tomini, Parigi Moutong Regency. This tradition serves as a ritual of prayer and protection for pregnant women and their fetuses at seven months of gestation to ensure a smooth delivery process. The research utilizes a qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis follows an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results identify eleven primary symbols in the Molelase procession: (1) awar-awar leaves, (2) turmeric leaves, (3) green ti leaves, (4) red ti leaves, (5) kalanchoe leaves, (6) palmyra palm leaf string, (7) black hen, (8) coins, (9) candles and matches, (10) knife, and (11) white rice. Those elements represent pleas for protection against evil spirits, physical strength during childbirth, and the hope for prosperity for the child.
References
References
Journals
Bauto, L. M. (2014). Perspektif agama dan kebudayaan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 23(2), 11-25.
Boanergis, Y., Engel, J. D., & Samiyono, D. (2019). Tradisi Mitoni sebagai perekat sosial budaya masyarakat Jawa. Jurnal Ilmu Budaya, 16(1), 49-62.
Dewi, M. F. (2024). Makna Simbolik Sesaji dalam Selamatan Tingkeban di Desa Karanganom Kabupaten Trenggalek. Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 12(1), 1-16.
Herusatoto, Budiono. (2022). Konsep Simbol Kebudayaan: Sejarah Manusia Beragama dan Berbudaya. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(1), 1-10.
Mujiati. (2024). Analisis Semiotika Makna Tradisi Tingkeban: Semiotic Analysis of the Meaning of Tingkeban Tradition. Intisyaruna: Journal of Islamic Communication and Broadcasting, 1(1), 15-26.
Nurfadilah, H., & Yunus, A. F. (2022). Makna Simbolik Appassili Tujuh Bulanan di Pasuleang II Kabupaten Takalar. Indonesian Journal of Pedagogical and Social Sciences Vol, 2(1).
Purwadi, (2022). Konsep Simbol Kebudayaan: Sejarah Manusia Beragama dan Berbudaya. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(1), 1-10.
Tumarjio, A. E., & Birsyada, M. I. (2022). Pergeseran prosesi dan makna dalam tradisi Merti Dusun di desa wisata budaya Dusun Kadilobo. Satwika: Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 6(2), 323–335. https://doi.org/10.22219/satwika.v6i2.21503
Widyaningrum, L., & Tantoro, S. (2017). Tradisi adat Jawa dalam menyambut kelahiran bayi (Studi tentang pelaksanaan tradisi jagongan pada sepasaran bayi) di Desa Harapan Jaya Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, 4(2), 1-15.
Thesis
Malik, Z. (2019). Tradisi mangupa lahiron daganak (kelahiran anak) pada masyarakat Batak Mandailing di Kampung Pencin, Desa Sekijang, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau [Skripsi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta].
Books
Meleong, L.J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosda Karya.
Moleong, L. J. (2014). Metode penelitian kualitatif edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Miles, M.B & Huberman A.M. 1984, Analisis Data Kualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. 1992. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.
Peirce, Charles Sanders. 1982. “Logic as Semiotics: The Theory of Sign” . Bloomington: Indiana Universty Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Nurmawlidah, Syamsuddin Syamsuddin, Mardiah Mardiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



